Gol Casemiro Batalkan Kekalahan Madrid dari Brugge
Gol Casemiro Batalkan Kekalahan Madrid dari Brugge
Gol Casemiro Batalkan Kekalahan Madrid dari Brugge
Ligabandar Sbobet - Lagi-lagi Real Madrid gagal menang di Liga Champions. Selasa (1/10/2019) malam WIB, skuat binaan Zinedine Zidane ini hanya sanggup memetik hasil imbang 2-2 dengan Club Brugge pada laga kedua babak grup Liga Champions musim ini.
Sekarang, untuk bagian mengejutkannya: Brugge unggul 2-0 di babak pertama berkat Emmanuel Bonaventure Dennis. Kemudian Sergio Ramos dan Casemiro menjadi penyelamat dan mencetak gol sundulan di tengah dan akhir babak kedua.
Akibatnya, kini Madrid berada di dasar klasemen Grup A dengan 1 poin dan Brugge berada di posisi kedua dengan 2 poin. Berita baiknya untuk Madrid, babak grup Liga Champions musim ini masih panjang.
Lima tahun lalu, itulah kali terakhir Simon Mignolet datang ke Santiago Bernabeu. Saat itu, dia memperkuat Liverpool yang sedang suram setelah ditinggal Luis Suarez. Pada akhirnya, timnya takluk 0-1 dari sang empunya stadion, Real Madrid.
Kali ini, Mignolet datang lagi melawan Madrid. Tentu, statusnya kini sebagai kiper andalan Club Brugge. Akan tetapi, strategi yang dipasang Brugge dalam pertemuan kali ini sebenarnya cukup mirip dengan yang diterapkan Liverpool lima tahun lalu: Bertahan sangat dalam, lalu --kalau sempat-- lancarkan serangan balik.
Menariknya, dengan taktik yang sama, Brugge mampu tampil lebih baik. Bahkan, tim berjuluk Blauw-Zwart bahkan sempat unggul 2-0 pada babak pertama. Meski pada akhirnya mereka diimbangi 2-2, tetap impresif. Pertanyaannya, kenapa bisa demikian?
Untuk mengtahui jawabannya, tengok susunan kesebelasan. Saat Liverpool mampir ke Bernabeu pada 2014 silam, mereka tak punya niatan untuk melukai lawan. Sehingga, penyerang mandul macam Fabio Borini pun dipercaya sebagai ujung tombak.
Sementara, Brugge, mereka lebih bernyali. Skuat besutan Philippe Clement itu tampil dengan pemain-pemain terbaiknya dalam sistem 3-5-2. Untuk memaksimalkan serangan balik, penyerang cepat seperti Emmanuel Bonaventure Dennis dipasang di depan.
Madrid sendiri tampil dalam sistem 4-3-3. Thibaut Courtois masih di posisi penjaga gawang. Lalu, Raphael Varane dan Sergio Ramos di lini belakang. Kemudian ada trio Luka Modric-Casemiro-Toni Kroos di lini tengah. Terakhir, Lucas Vazquez, Karim Benzema, dan Eden Hazard dipercaya dalam urusan gol.
Sekilas, susunan kesebelasan ini tampak dihuni dengan sejumlah pemain-pemain hebat. Akan tetapi, ada yang hilang dalam skuat Los Blancos saat ini jika dibandingkan dengan lima tahun lalu. Madrid yang ini tak tahu caranya menyerang dengan pola.
Sehingga, pada babak pertama, Madrid melepas 12 tembakan dan hanya 2 yang tepat sasaran. Selalu, setiap tiba di kotak penalti, para pemain Madrid kebingungan bagaimana mengurai terlalu rapatnya jarak antarlini tim lawan.
Penampilan solid Mignolet kemudian menambah derita Madrid. Di menit ke-27, misalnya, lini pertahanan Brugge lengah sehingga Raphael Varane bisa melancarkan sundulan. Namun, dengan sigap eks kiper Sunderland itu menghalau upaya.
Tanpa disadari, kegagalan demi kegagalan yang dibikin Madrid saat menyerang membuat mereka lupa dengan pertahanan. Sehingga, pada menit ke-8, Brugge bisa unggul 1-0.
Sadar lini belakang Madrid terlalu maju, Eduard Sobol melancarkan umpan terobosan dari tengah lapangan. Percy Tau menerima umpan ini dan Dennis berhasil menyelesaikannya menjadi gol setelah sempat mempermalukan Courtois.
Di menit ke-38, lagi-lagi Brugge berhasil mencetak gol. Namun, kali ini, prosesnya bermula dari kesalahan Modric dalam melayangkan umpan. Meski sempat kehilangan kontrol di kotak penalti, Dennis bisa melancarkan tendangan chip yang berujung gol.
Setelah tertinggal 0-2 pada babak pertama, tentu Madrid tak tinggal diam. Mereka mengupayakan gol dengan cara apapun, dan pada akhirnya menunjukkan hasilnya di menit ke-55. Bermula dari umpan lambung Benzema dan berakhir dengan gol sundulan Ramos.
Menariknya, setelah gol tersebut, Brugge tampak tenang. Bahkan, mereka sempat terlihat bakal membawa pulang hasil menang 2-1. Hingga kemudian Ruud Vormer mendapatkan kartu merah akibat menjegal Vinicius Junior -- yang masuk menggantikan Vazquez pada menit ke-67-- di luar kotak penalti di ujung pertandingan.
Konsekuensi dari aksi tersebut sangat merugikan untuk Brugge. Vormer mendapatkan kartu merah, Kroos melayangkan tendangan bebas yang berakhir gol sundulan Casemiro.
Setelah gol tersebut, Madrid berusaha keras mencari gol penentu kemenangan. Namun, itu tak terjadi. Mignolet tampak lega, sementara para pemain Brugge lainnya bahagia. Laga pun berakhir dengan hasil imbang 2-2.


No comments:
Note: Only a member of this blog may post a comment.