Taylor Swift Kritik Gaya Donald Trump

Taylor Swift

Taylor Swift Kritik Gaya Donald Trump
Taylor Swift, 29, secara terang-terangan mengkritisi gaya kepemimpinan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Menurutnya, Trump menuntut kepatuhan masyarakat. "(Trump) membuat publik Amerika menjadi seperti, jika Anda membenci presiden, Anda membenci Amerika," kata Swift mengutip People.
Swift menyatakan, Amerika merupakan negara demokrasi sehingga masyarakat seharusnya bebas mengungkapkan pendapat, termasuk memberikan kritikan pedas terhadap presiden.
""Kita ialah negara demokrasi. Setidaknya, kita seharusnya hidup di tempat Anda diizinkan untuk tidak setuju, berselisih, dan berdebat," sambung Swift.
Namun, menurut penyanyi yang baru saja merilis album Lover itu, Trump justru kebalikan dari demokrasi. Swift menambahkan, Trump menganggap dirinya sebagai penguasa tunggal yang memiliki kekuatan pemerintahan absolut. "Saya benar-benar berpikir bahwa (Trump) pikir ini ialah autokrasi," ujar penyanyi kelahiran 13 Desember 1989 tersebut.
Bintang segudang prestasi itu juga berbagi sikapnya tentang aborsi yang belakangan dilarang di beberapa negara-negara bagian Amerika. Dia menolak larangan aborsi. "Jelas, saya pro-choice (aborsi)," beber dia.

No comments:

Note: Only a member of this blog may post a comment.

Powered by Blogger.