Chelsea mengejar rekor, MU dibanjiri persoalan

Chelsea mengejar rekor, MU dibanjiri persoalan

Chelsea mengejar rekor, MU dibanjiri persoalan

Chelsea mengejar rekor, MU dibanjiri persoalan


BANDAR BOLA TERPERCAYA - Mou tengah mengawasi timnya, MU, saat berhadapan dengan Newcastle United pada pekan kedelapan Liga Primer Inggris di Stadion Old Trafford, Manchester, Inggris, Sabtu (6/10/2018).
Pertemuan pertama antara Chelsea dengan Manchester United pada musim 2018-2019, Sabtu (20/10/2018), bakal diwarnai fakta yang kontras. Si Biru tengah mengejar rekor tak terkalahkan dalam sembilan pertandingan awal, seperti pada 2005-06 dan 2014-15.
Di sisi lain, MU baru saja mengulangi sejarah 29 tahun silam -- hanya meraih 10 poin dari tujuh laga awal musim. Namun, pada pekan kedelapan, mereka mampu menang dramatis 3-2 atas Newcastle United meski sempat tertinggal 0-2.
Dengan fakta demikian, tak salah bila Chelsea disebut-sebut sebagai kandidat kuat meraih mahkota Liga Primer Inggris (EPL) musim ini. Sementara MU tengah mengalami ketidakpastian soal masa depan sang pelatih, Jose "Mou" Mourinho.
Maklum, raihan 13 poin sejauh ini dan terpaku di peringkat kedelapan bukan prestasi yang dapat diterima publik MU. Di media sosial Twitter, tanda pagar (tagar) #mouout pun bergema.
Pelatih asal Portugal itu pun sadar akan ditendang keluar dari Stadion Old Trafford apabila timnya menelan hasil negatif dalam beberapa pertandingan ke depan. "Tidak, saya tidak berpikir (pekerjaan saya aman)," ucap Mou, dalam BBC.
Bahkan, menurut seorang sumber internal MU kepada jurnalis Sky Italia (h/t Calciomecarto.com), Fedrerico Zancan, Mou dapat menemani timnya dalam pertandingan melawan Juventus pada Liga Champions pekan depan dengan satu syarat: menang melawan Chelsea di Stamford Bridge, London, akhir pekan ini.
"Pertandingan ini akan menentukan karier dan masa depan Mou di Old Trafford," ucap Zancan. Kondisi ini mungkin akan menjadi pelik bagi Mou karena mengakui bahwa timnya belum solid.
Masalah Mou tak hanya sampai di situ. Ia dihadapkan pada fakta kelam lainnya. Pada pertandingan melawan Chelsea -- klub yang pernah diantarnya menjuarai EPL tiga kali -- nanti, sejumlah pemain MU cedera.
Antara lain Jesse Lingard (cedera paha) dan Ander Herrera, Scott McTominay, Nemanja Matic, Luke Shaw, hingga Marouane Fellaini disebut mengalami masalah kebugaran.
Bila ingin meraih poin sempurna di Stamford Bridge, sejumlah analis menyarankan MU tampil menyerang. Pasalnya, Chelsea merupakan salah satu tim yang memiliki lini pertahanan terbaik musim ini.
Mereka baru kebobolan lima gol, alias terbaik kedua di bawah Manchester City dan Liverpool yang baru kemasukan tiga gol. Di sisi lain, MU pun kudu waspada pada Eden Hazard yang sejauh ini telah mencetak tujuh gol.
Namun, mungkinkah Mou bermain keluar? Ini yang diragukan.
"Mourinho, Anda suka atau tidak, dia memiliki cara sendiri dalam bermain. Dan dia tidak akan mengubah taktiknya karena seseorang. Ini cara dia meraih hasil," kata analis sepak bola, Phil Thompson, kepada Sky Sport.
Bila MU memiliki sejumlah masalah saat menjalani laga pekan kesembilan, tidak demikian dengan Chelsea. Tidak banyak pemain yang cedera. Mungkin, hanya bek tengah Antonio Rudiger yang absen -- toh hingga saat ini dia belum pernah tampil karena cedera.
Jadi Chelsea memang tak begitu punya persoalan. Pengecualian ada pelatih Maurizio Sarri yang mengatakan timnya belum memainkan pola khasnya; Sarri Ball.
Sarri Ball adalah gaya permainan yang ia kembangkan di Napoli, klubnya musim lalu, dengan melakukan satu sentuhan yang langsung ke depan (direct ball) untuk mengeksploitasi ruang di pertahanan lawan.
Keberadaan Jorginho dipercaya BBC menjadi kunci Sarri Ball. Dan, sejumlah kalangan percaya Sarri akan tetap memainkan formasi 4-3-3. Tiga pemain depan adalah Hazard, Olivier Giroud, dan Willian.
Sedangkan Jorginho akan berkolaborasi dengan N'Golo Kante dan Ross Barkley di lini tengah Chelsea. "Siapa pun yang bermain pada awal nanti, harus bermain seperti anak-anak, bersenang-senang," kata Sarri dalam Independent.co.uk.
"Meski demikian, mereka harus dewasa dalam bermain, karena ini akan menghasilkan yang terbaik. Hal pertama untuk mendapatkan gaya bermain di level tertinggi adalah membuat permainan yang menyenangkan."
Sepanjang sejarah pertemuan Chelsea dan MU, kedua tim telah bersua 180 kali pada semua kompetisi. Dari jumlah tersebut, Chelsea menang 54 kali, kalah 49, dan imbang 77. Untuk pertemuan kali ini, BBC memprediksi kedua tim akan meraih hasil 1-1.

No comments:

Note: Only a member of this blog may post a comment.

Powered by Blogger.