Saat Koki Kelas Dunia Memerhatikan Makanan Sisa

Saat Koki Kelas Dunia Memerhatikan Makanan Sisa

BANDAR BOLA TERPERCAYA - “Jika ada niat, pasti ada jalan”. Sebuah pepatah yang terdengar sangat klise, namun telah terbukti kebenarannya. Pepatah ini juga menggambarkan bagaimana dunia memandang sampah makanan. Masalah sepele, tetapi banyak pihak yang terselamatkan jika ditangani dengan seksama. Hanya pihak-pihak yang memiliki niatlah yang menemukan jalan bagaimana mengatasi masalah ini.

Massimo Bottura, seorang koki berkebangsaan Italia, memiliki cara berbeda dengan Korea Selatan. Ia bahkan menangani ‘sisa’ makanan tersebut sebelum menjadi sampah.

(Foto: Firenewsfeed.com)

Cara yang ia gunakan adalah mengubah bahan makanan sisa menjadi makanan berkelas bintang lima berupa sup. Bahan makanan sisa tersebut sebenarnya adalah bahan makanan yang tidak terjual di supermarket karena mendekati masa kadaluwarsanya.

Walau begitu, pemilik dari restoran berbintang Michelin, Osteria Francescana ini tidak menganggap bahan makanan itu sebagai sisa. Dari sinilah, Massimo mengkreasikan bahan makanan dan dibukalah sebuah dapur umum berkonsep restoran.

Benar, ia tidak menjual makanan dari sisa bahan makananan yang didapatkan, melainkan didonasikan kepada orang yang membutuhkan. Untuk mengembalikan kepercayaan diri dan martabat orang yang tidak mampu, Massimo mengubah konsep dapur umumnya.

Orang yang berkunjung ke dapur umum biasanya berdiri untuk mengantre dan mendapatkan makanan. Namun, ia membuat restoran dan mempersilakan mereka yang kelaparan untuk duduk dan menikmati makanan. Restoran ini ia beri nama Refettotio Ambrosiano.

(Foto: Wantedinmilan.com, Darrowmillerandfriends.com)

Sejak dibuka tahun 2015 di Milan, Italia, Massimo dan restorannya telah ‘menyelamatkan’ 25 ton bahan makanan dan mengubahnya menjadi 16.100 porsi. Ia bersama 210 koki dan 600 relawan secara bergantian melakukan proyek yang dinamakan Food for Soul ini. Proyek ini telah mengajak sebuah gereja bernama Caritas Ambrosiana. Tidak hanya di Milan, koki dari restoran mewah Gucci Garden ini, juga telah membuka restoran yang sama di Rio de Janeiro dan London. Rencananya ia akan membukanya lagi di Los Angeles, Berlin dan Paris.

Kesibukannya sebagai koki papan atas tidak membuatnya lupa akan kewajibannya sebagai manusia untuk membantu mereka yang membutuhkan. Minatnya yang tinggi tentang masalah bahan makanan sisa tidak hanya berhenti dengan membuka restoran. Ia beberapa kali menjadi bintang di film dokumentar guna menceritakan tentang perjalanannya sebagai seorang koki yang mengolah bahan makanan sisa. Berikut cuplikan dari salah satu film dokumentar berjudul Theater of Life.

No comments:

Note: Only a member of this blog may post a comment.

Powered by Blogger.