Jelajahi 4 Museum di Jakarta yang Menyimpan Nilai Seni
Jelajahi 4 Museum di Jakarta yang Menyimpan Nilai Seni
BANDAR BOLA TERPERCAYA - Museum bukanlah pilihan utama untuk menikmati liburan. Kesan membosankan kerap melekat dengan salah satu fasilitas umum ini. Namun, seiring berkembangnya zaman museum berubah bentuk untuk menarik minat generasi muda. Walau begitu, beberapa dari museum yang berada di Indonesia—di Jakarta khususnya, masih tetap mempertahankan ciri khas lewat arsitektur klasik.
Berikut empat museum yang dapat Anda kunjungi untuk mengisi liburan, mengedukasi anak dan menikmati sejarah dalam satu kunjungan.
MUSEUM MACAN
MACAN merupakan singkatan dari Modern and Contemporary Art in Nusantara. Museum ini tergolong baru dibuka untuk umum, tepatnya pada tanggal 4 November tahun lalu. Sampai dengan 18 Maret 2018, museum ini akan mengadakan sebuah pameran pembuka bertajuk Art Turn. World Turn. Pameran pembuka ini menampilkan 90 dari 800 koleksi dari Haryanto Adikoesomo yang telah dikumpulkannya selama 25 tahun.
Penasaran dengan museum ini? Siapkan uang sebesar IDR 50.000 bagi pengunjung dewasa, IDR 40.000 bagi lansia dan IDR 30.000 bagi anak-anak untuk masuk dan menikmati karya seni di museum ini. MACAN berlokasi di Jalan Panjang No. 5, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
ART: 1
Awalnya museum ini bernama Galeri Seni Mon Decor yang telah ada sejak tahun 1983. Sejak saat itu, galeri ini terus berkembang dan mengoleksi banyak karya seni. Sebagai anggota eksekutif The Association of Galleries, Galeri Mon Decor bersama 12 galeri seni lainnya mendirikan Jakarta Art District di Grand Indonesia.
Pada tahun 2010, galeri ini memenangkan The Best Gallery of The Year. Akhirnya pada tahun 2011, Galeri Seni Mon Decor mengubah konsep galeri seninya menjadi sebuah museum yang bernama Art: 1. Untuk masuk dan menikmati museum yang berada di Jalan Rajawali Selatan Raya No. 3 ini, Anda perlu mengeluarkan biaya IDR 100.000 untuk umum dan IDR 75.000 untuk pelajar.
MUSEUM LAYANG-LAYANG INDONESIA
Museum ini merupakan bukti cinta Endang Ernawati terhadap layang-layang.
Rasa cintanya terhadap permainan tradisional ini bermula saat ia membeli layangan di Amerika Serikat. Beliau lalu membeli sebidang tanah dekat rumahnya untuk dijadikan museum. Pada tanggal 21 Maret 2003, berdirilah museum ini. Berlokasi di Jalan H. Kamang No. 38, Pondok Labu, Jakarta Selatan, Museum Layang Layang hanya mematok IDR 15.000. Selain berupa sarana edukasi, museum ini juga menerima pesanan layang-layang. Namun, layangan yang tersedia bukanlah layangan biasa.
Layangan ada yang berbentuk ikan koi dengan panjang 12 m, komodo dengan panjang 15 m, ikan arwana 4 m, hingga paus 4 m. Layangan ini bisa terjual ke mancanegara seperti Singapura, Malaysia, Inggris dan Jerman.
MUSEUM DI TENGAH KEBUN
Museum yang berada di Jalan Kemang Timur No. 66, Jakarta Selatan ini sebenarnya merupakan rumah Sjahrial Djalil, seorang saudagar batik Pekalongan dan pemasok batik ke seluruh Sumatera Barat. Sejak tahun 2009, rumah ini disahkan menjadi museum dengan tanda tangan notaris. Museum ini ditutupi oleh gerbang kayu yang besar.
Seperti namanya, bangunan utama terletak di tengah kebun, sehingga untuk mencapainya Anda harus melewati kebun sepanjang 60 meter dan lebar 7 meter. Walaupun tidak dipungut biaya, Anda harus memiliki rombongan paling sedikit tujuh orang dan paling banyak 12 orang.
Museum ini memiliki 2.841 koleksi yang tersebar di 17 ruangan di bangunan utama. Semua koleksi tersebut adalah benda bernilai sejarah yang dikumpulkan pemilik museum 42 tahun terakhir dari pengalamannya menjelajahi dunia.



No comments:
Note: Only a member of this blog may post a comment.