Ivan Gunawan Akan Produksi 5 Hijab Rancangan Gadis Difabel Jago Desain

Ivan Gunawan Akan Produksi 5 Hijab Rancangan Gadis Difabel Jago Desain

BANDAR BOLA TERPERCAYA - Sejak beberapa hari belakangan, nama Windi Setyoningsih menjadi bahan perbincangan netizen di media sosial. Gadis penyandang disabilitas intelektual (memiliki kemampuan nalar yang lemah) itu tanpa disangka jago menggambar berbagai macam busana perempuan.

Windi disebut-sebut amat mengidolakan Ivan Gunawan alias Igun. Setelah kisah Windi sampai di telinganya, hati presenter sekaligus perancang busana itu pun tergerak.

Ia mengundang gadis berusia 23 tahun itu untuk datang ke Jakarta dan menjadi bintang tamu acara 'Brownis'. Pada Kamis (1/2), mereka akhirnya bertemu dalam acara yang dipandu oleh Igun tersebut.

"Saya hari ini senang banget 'Brownis' dan 'Mandjha Hijab bisa menghadirkan Windi ke studio. Saya sebenarnya dari minggu lalu pengin ketemu dia. Tapi, karena saya juga enggak bisa ke mana-mana, setiap hari saya syuting, jadi saya minta mereka untuk bisa meminta Windi ke studio," tutur Igun ketika ditemui di kawasan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, Kamis (1/2).
Pada kesempatan itu, Igun berkesempatan melihat langsung sketsa busana rancangan Windi. Ia juga memberikan kenang-kenangan berupa 160 pensil warna.

"Aku sudah lihat karya-karyanya. Seru banget. Sedih juga, sih. Saya pribadi senang aja bahwa ada anak muda yang berprestasi, punya karya yang bagus walaupun ada kekurangan gitu. Saya melihat karyanya tuh bagus apabila bisa dikembangkan," ujarnya.

Igun juga meminta Windi merancang 5 hijab. Hasil rancangannya kemudian akan diproduksi dan dipasarkan oleh Mandjha Hijab by Ivan Gunawan.

Tak sampai di situ, keuntungan penjualan hijab rancangan Windi akan diserahkan untuk gadis tersebut dan keluarganya. "Kalau biasanya keuntungannya buat aku, ini sekarang keuntungannya buat Windi," ucap Igun.

Ia mengaku tengah mencoba belajar untuk membuat peluang, terutama untuk orang-orang berbakat yang membutuhkan bantuan. Bantuan Igun juga tak untuk penyandang difabilitas saja.

"Mungkin banyak orang di sekitar saya yang pengin seperti saya dan punya bakat. Jadi, ya memang harus seperti itu. Kita enggak bisa hidup sendirian, harus saling tolong-menolong supaya kaum muda di Indonesa yang kreatif dan produktif itu semakin banyak," kata Igun sembari tersenyum.

"(Bantuan) saya bukan hanya untuk anak berkebutuhan khusus, tapi buat siapa pun yang mau maju, siapa pun yang mau berkarya, saya akan bantu selama mereka punya potensi," lanjutnya menandaskan.

No comments:

Note: Only a member of this blog may post a comment.

Powered by Blogger.