Urutan Orang Paling Kaya Di Dunia Dan Jumlah Uangnya
Urutan Orang Paling Kaya Di Dunia Dan Jumlah Uangnya
BANDAR BOLA TERPERCAYA - Pertanyaan yang tidak pernah hilang adalah siapakah orang terkaya di
dunia? sahabat anehdidunia.com waktu kita kecil, acapkali saat
penerimaan rapor, selalu ada pertanyaan dapat peringkat berapa di
sekolah. Merupakan suatu kebanggaan jika kita berhasil menjadi yang
paling atas setidaknya masuk 10 besar. Tak jauh berbeda dengan hal
tersebut, di dunia ini orang orang mengejar untuk mendapatkan kursi
orang nomor satu di dunia, salah satunya adalah menjadi yang paling
kaya. Setiap tahun berbagai survey diadakan untuk mengetahui peringkat
dari orang orang berduit versi dunia. Siapa sajakah orang orang itu?
berikut kami liput dalam urutan orang terkaya di dunia dan jumlah
uangnya.
Mark Zuckerberg Pendiri Facebook $56 miliar Sekitar Rp746,6 Triliun
Mark Zuckerberg lahir di kawasan bernama Dobbs Ferry, Westchester
County, kota New York. Anak dari pasangan Edward Zuckerberg dan Karen
Kempner. Mark Zuckerberg adalah anak kedua dari empat bersaudara. Mark
Zuckerberg atau yang memiliki nama lengkap Mark Elliot Zuckerberg adalah
penemu atau pendiri dari Facebook. Keahlian Mark Zuckerberg di bidang
komputer dan internet telah dimulai sejak kecil ketika ia mengotak-atik
komputer. Ayahnya sendiri membelikannya komputer sejak ia berusia
delapan tahun. Saat di Sekolah Menengah Phillips Exeter Academy, ia dan
rekannya, D'Angelo, membuat plug-in untuk MP3 player Winamp. Zuckerberg
dan D'Angelo membuat plug-in untuk menghimpun kesukaan orang terhadap
aneka jenis lagu dan kemudian membuat playlist-nya sesuai selera
mereka.
Saat melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi keduanya harus berpisah.
D'Angelo kuliah di Caltech sedangkan Zuckerberg masuk Harvard. Di
Harvard inilah Zuckerberg menemukan ide membuat buku direktori mahasiswa
online karena universitasnya tidak membagikan face book (buku mahasiswa
yang memuat foto dan identitas mahasiswa di universitas itu) pada
mahasiswa baru sebagai ajang pertemanan di antara mereka. Namun setiap
kali ia menawarkan diri membuat direktori itu, Harvard menolaknya.
"Mereka mengatakan punya alasan untuk tidak mengumpulkan informasi
(mahasiswa) ini," ujar Zuckerberg kemudian. Meskipun di tolak terus
menerus, dengan kegigihannya bahwa Ia ingin menunjukkan kalau hal itu
bisa dilakukan," lanjutnya soal kengototannya membuat direktori itu.
Kesuksesan pertamanya yaitu Ia berhasil membuat CourseMatch dengan
alamat website www.coursematch.com. Website tersebut memungkinkan
teman-teman sekelasnya berkomunikasi satu sama lain. Kemudian di tahun
kedua kuliah di Harvard, Ia menyabot data mahasiswa Harvard dan
memasukkannya ke dalam website baru yang ia buat yang bernama Facemash.
Di sana, sejumlah foto rekan mahasiswanya terpampang. Pihak Harvard
mengetahui hal tersebut dan sambungan internet pun diputus. Mark
Zuckerberg diperkarakan karena dianggap mencuri data. Ia pun meminta
maaf kepada rekan-rekan yang fotonya masuk di Facemash. Dengan kejadian
tersebut, ia tak menyesali tindakannya. Ia pun kemudian malah membuat
website baru dengan nama Facebook (www.thefacebook.com) yang diluncurkan
pada tahun 2004. Facebook merupakan penyempurnaan dari Facemash.
Sasarannya tetap sebagai tempat pertemuan sesama mahasiswa Harvard.
Dalam penjelasan di website-nya sekarang disebutkan bahwa Facebook
adalah suatu alat sosial untuk membantu orang berkomunikasi lebih
efisien dengan rekan, keluarga, atau rekan kerjanya. Dalam waktu dua
minggu setelah diluncurkan, separuh mahasiswa Harvard sudah memiliki
account di Facebook. Ternyata tak hanya mahasiswa Harvard yang tertarik,
beberapa kampus di sekitar Harvard pun meminta dimasukkan dalam
jejaring Facebook. Kondisi ini membuat Mark Zuckerberg kewalahan. Ia
kemudian meminta bantuan teman sekelasnya yaitu Dustin Moskovitz,
Eduardo Saverin, dan Chris Hughes untuk ikut mengembangkan Facebook.
Dalam tempo empat bulan Facebook sudah bisa menjaring 30 kampus. Hingga
akhir 2004 jumlah pengguna Facebook sudah mencapai satu juta.
Pengguna Facebook terus meningkat. Malah ada sejumlah orang yang tak
lagi jadi mahasiswa atau yang masih di sekolah ingin bergabung.
Tingginya desakan ini membuat Mark Zuckerberg dan kawan-kawan memutuskan
Facebook membuka jaringan untuk para siswa sekolah menengah pada
September 2005. Tak lama kemudian mereka juga membuka jejaring para
pekerja kantoran. Kesibukan yang luar biasa ini membuat Mark Zuckerberg
harus memutuskan keluar dari Harvard. Pada Agustus 2005, Mark Zuckerberg
melakukan pembenahan pertama dengan mengganti domain-nya dari
www.thefacebook.com menjadi www.facebook.com . Jangkauan keanggotaannya
diperluas menjadi internasional. Jumlah user yang melebihi satu juta
membuat Facebook menggandeng Accel Partners, perusahaan modal ventura,
untuk membiayai pengembangannya. Modal yang ditanamkan adalah US$ 12,7
juta. Ini adalah investasi kedua yang masuk ke Facebook setelah
sebelumnya (Juni 2004) mendapatkan dan dari pendiri PayPal sebesar US$
500.000.
Meski jumlah user-nya meningkat tajam pada tahun 2005, disebutkan
Facebook mengalami kerugian sampai US$ 3,63 juta. Facebook kemudian
mendapatkan dana sebesar US$ 25 juta dari Greylock Partners dan Meritech
Capital Partners. Dana itu digunakan untuk meluncurkan versi
mobile-nya Mark Zuckerberg dan kawan-kawan kemudian mengembangkan
Facebook lebih jauh lagi. Pada September 2006 Facebook membuka
pendaftaran untuk jejaring umum dengan syarat memiliki email. Sejak
itulah jumlah anggota Facebook melesat. Pada September 2007 Microsoft
melakukan pendekatan dan menawarinya membeli 5% saham senilai sekitar
US$ 300 juta hingga US$ 500 juta. Namun Microsoft akhirnya mengumumkan
hanya membeli 1,6% saham Facebook dengan nilai US$ 240 juta pada Oktober
2007.
Transaksi tersebut menunjukkan nilai kapitalisasi Facebook ternyata
lebih tinggi yaitu sekitar US$ 15 miliar (sekitar US$ 135 triliun).
Hingga Majalah Forbes menyebutkan kekayaan Zackerberg sendiri mencapai
US$ 1,5 miliar atau sekitar Rp 13,5 triliun dan menobatkannya sebagai
The Youngest `Self-made' Billionaire on the Planet. Mark Zuckerberg
sendiri di tengah kepopuleran namanya dan jumlah kekayaan yang
dimilikinya, ia tetap sederhana. Ia masih tinggal di apartemen sewaan
dan di kamarnya hanya tersedia sebuah meja dan kursi. Kasurnya
diletakkan di lantai. Pada saat datang ke kantornya di Palo Alto, Mark
Zuckerberg sering berjalan kaki atau mengendarai sepeda, tidak tampak
sebagai miliuner (dalam US$ dollar, tentunya) atau triliuner (dalam
rupiah).
Amancio Ortega Pendiri Inditex $71,3 miliar Sekitar Rp950,6 Triliun
Amancio Ortega berasal dari keluarga yang amat miskin. Ia lahir di
Busdongo de Arbas, sebuah dusun berpopulasi 60 orang di Spanyol. Ayahnya
bekerja sebagai pekerja kereta api, sementara ibunya bekerja sebagai
pembantu rumah tangga. Rumahnya hanyalah sebuah rumah petak yang
berbatasan dengan rel kereta api. Kemiskinan itu pula yang membuatnya
harus berhenti sekolah di usia 13 tahun. Tak ada pilihan lain baginya
saat itu selain berhenti sekolah dan bekerja untuk meringankan beban
hidup orang tuanya. Maka selepas berhenti sekolah, ia pun bekerja di
sebuah produsen pakaian mewah. Ia bertugas mengantarkan pesanan pakaian.
Tak lama setelah itu, ia dipercaya menjadi asisten penjahit. Dia pun
mulai belajar menjahit pakaian. Dari pengalaman bekerja di perusahaan
tersebut ia bisa mempelajari bagaimana pakaian diproduksi hingga
didistribusikan secara langsung ke konsumen.
Setelah bekerja di perusahaan fashion tersebut, kemudian ia bersama
saudaranya bekerja di sebuah toko baju sebagai salesman. Kemudian di
awal tahun 1960-an Ortega menjadi manajer di toko pakaian lokal.
Kemudian setelah bekerja di produsen pakaian dan toko pakaian, ia pun
bersama Rosalia Mera yang kemudian menjadi istrinya, dan bersama kedua
saudara kandungnya, memproduksi pakian-pakaian yang dijual dengan harga
murah. Ortega bersama istrinya mulai menjahit pakaian sendiri di ruang
tamu rumahnya. Kemudian dia mulai mempekerjakan orang lain untuk
menjahit seluruh desainnya dan mendirikan toko pertamanya di tahun 1975.
Toko itu dinamakan Zara dan didirikan di depan toko perbelanjaan paling
penting di Spanyol. Dia tetap menjualnya dengan harga lebih murah namun
dengan kualitas yang mewah.
Tempat toko pertamanya berdiri merupakan tempat yang strategis.
Bisnisnya pun semakin maju. Sepuluh tahun kemudian Ortega mendirikan
perusahaan induk, Inditex, dan membuka gerai internasional pertamanya di
Portugal, yang biaya sumber daya manusianya lebih murah daripada
Spanyol. Pada 1989, Ortega tercatat telah membuka hampir 100 toko Zara
di Spanyol. Dan sekarang, ada 46 toko Zara di Amerika Serikat, 347 di
Cina, dan 1.938 di Spanyol. Dengan kekayaan yang diraihnya, ia bisa
membeli pencakar langit tertinggi di Madrid, Spanyol, yaitu Torre
Picasso. Bangunan itu memiliki tinggi 515 kaki, dan dibeli seharga US$
536 juta.
Dia juga memiliki The Epic Residences & Hotel di Miami, Florida yang
merupakan salah satu hotel terbaik di Amerika Serikat (AS). Selain itu
dia memiliki pesawat jet pribadi The Global Express BD-700 yang
dirancang Bombardier, salah satu perusahaan yang memproduksi pesawat jet
mewah paling unggul. Pesawat tersebut dibeli seharga US$ 45 juta. Tapi
di sisi lain penampilannya amat sederhana. Ortega selalu berpakaian
sangat sederhana. Dia selalu mengenakan blazer biru, kemeja putih dan
celana abu-abu. Sebagai bos dia memang terkenal sangat ramah. Dia sering
mendekati dan bicara dengan karyawannya. Dia memperhatikan bahkan untuk
urusan hal terkecil di kantornya.
Jeff Bezos Pendiri Amazon $72,8 miliar Sekitar Rp968 Triliun
Lahir dengan nama lengkap Jeffrey Preston Bezos, pendiri Amazon.com ini
dilahirkan pada tanggal 12 Januari 1964 di daerah Albuquerque, Kota New
Mexico. Ketika Jeff masih berusia 2 tahun, ke dua orang tuanya tidak
lagi bisa mempertahankan rumah tangga nya dan memutuskan untuk bercerai.
Namun setelah berselang 3 tahun, ibu nya yang bernama Jackie Bezos
kembali menikah dengan seorang insinyur bernama Miguel Bezos. Setelah
itu ia dan keluarga nya pindah ke Houston, Texas mengikuti ayah tirinya
bekerja. Kehidupan masa kecil Jeff terbilang cukup menarik. Di usianya
yang masih sangat kecil, ia sudah menunjukkan ketertarikan yang besar
pada dunia teknik, hal itu nampak ketika pada suatu hari dirinya
membedah tempat tidurnya sendiri dengan obeng. Seiring waktu dan ketika
dirinya sudah mempunyai adik-adik, ketertarikannya pun berkembang dalam
bidang sains dan elektro. Ketika dirinya masih duduk di sekolah dasar,
ia pernah membuat alarm listrik sederhana yang dipasang di rumahnya
sendiri. Dengan alarm tersebut ia bisa mengawasi adik-adiknya agar tidak
keluar rumah.
Bakat dan minatnya berlanjut hingga ia memasuki bangku sekolah menengah
atas. Pada waktu itu ia pernah mengikuti sebuah pelatihan sains yang
diadakan di Universitas Florida, dan berkat prestasinya ia mendapatkan
sebuah penghargaan yaitu Silver Knight Award. Melanjutkan studinya,
akhirnya ia memutuskan untuk mengambil jurusan Computer Science and
Electrical Engineering di Princeton University. Ia pun menunjukkan
prestasi yang luas biasa semasa di bangku kuliah. Hal ini membuat ia
cukup mudah mendapatkan pekerjaan selepas kuliah. Karir pertamanya Ia
mulai dengan masuk ke dunia kerja Wall Street. Dengan berbagai capaian
yang ia lakukan, ia tercatat pernah masuk ke beberapa perusahaan ternama
seperti perusahaan jaringan perdagangan internasional Fitel, perusahaan
jasa keuangan Banker Trust dan yang terakhir perusahaan finansial DE
Shaw Company. Di perusahaan terakhir tersebutlah keinginan nya untuk
mendirikan usaha sendiri semakin besar dan tak terbendung lagi.
Jeff mulai mengembangkan usaha nya sendiri pada tahun 1994. Pada waktu
itu dirinya melihat potensi pada usaha ritel buku di Amerika Serikat.
Meskipun telah cukup banyak perusahaan percetakan dan ritel buku, namun
kekurangannya adalah mereka tidak bisa memberikan katalog lengkap dari
semua buku-buku yang mereka punyai. Promosi lewat email yang cukup
populer pada masa itu pun belum bisa mengakomodir kebutuhan promosi
produk-produk buku para pengusaha ritel. Dari situ tercetuslah ide untuk
membuat website dimana ia bisa memperkenalkan semua produk buku dengan
mudah dan praktis. Hal ini tentunya dibarengi dengan perkembangan dunia
internet yang sudah mulai besar pada waktu itu. Jadilah ia mulai
melakukan riset pasar dan banyak menemui produsen serta pengusaha ritel
buku yang ada di AS. Tidak hanya itu dirinya juga mengamati keperluan
konsumen serta langkah startegis bagaimana websitenya nanti bisa dengan
cepat dikenal masyarakat luas.
Setelah masa pengembangan dan telah mendapat cukup banyak pasokan buku,
akhirnya ia resmi membuka website yang ia daftarkan dengan nama
Amazon.com pada tahun 1999. Tidak tanggung-tanggung orang tua Jeff pun
ikut mendukung usaha anaknya tersebut dengan memberikan dana pensiunya
sebesar US$ 300 ribu sebagai modal usaha. Dari sini ia mulai merintis
penjualan buku lewat Amazon. Dan benar saja, Amazon bisa dengan mudah
dikenal oleh banyak konsumen karena dipasarkan lewat jaringan internet.
Hanya dalam beberapa tahun Amazon yang dulunya bermarkas di bekas garasi
rumah Jeff kini telah berkembang menjadi beberapa gudang penyimpanan
super besar plus kantor pusatnya yang berada di Seattle Washington.
Setelah beberapa waktu, Jeff pun mengembangkan produk jualan Amazon agar
lebih variatif. Kini Amazon menjual berbagai macam barang, seperti
produk elektronik, kebutuhan rumah tangga, dan juga jasa aplikasi
penyimpanan data online. Meskipun begitu produk buku dan ilmu
pengetahuan masih mendominasi lokel Amazon. Dengan pencapaian Amazon
yang luar biasa tersebut, kini Jeff yang merupakan CEO dari Amazon Inc.
berhasil meraup kekayaan hingga lebih dari US$ 10 miliyar pada tahu
2009. Bahkan dirinya pernah masuk ke jajaran orang terkaya di dunia
dengan rekor tertinggi yaitu peringkat 19 pada tahun 1999.
Warren Buffett Investor AS $75,6 miliar Sekitar Rp1008 Triliun
Warren Edward Buffett lahir di Omaha, Nebraska, AS pada tahun 1930.
Berbekal gelar Master’s of Science di bidang bisnis dari Columbia
University, ia kemudian bekerja sebagai salesman untuk produk-produk
investasi. Karena sangat terpengaruh oleh buku ‘The Intelligent
Investor’ karangan investor legendaris Benjamin Graham, pada tahun 1954
Buffett memutuskan untuk bekerja sebagai analis saham di perusahaan
Graham: Graham-Newman Corp di New York. Dari sinilah ia belajar
bagaimana memilih saham-saham berpotensi dan layak untuk ditradingkan.
Buffett menganggap Graham sebagai guru sekaligus teman.
Setelah memulai trading sendiri dan mendapatkan keuntungan dari beberapa
bisnis investasi partnership dengan para koleganya di Omaha, pada tahun
1965 Waren Buffett membeli Berkshire Hathaway textile company di New
Bedford, Massachusetts. Ia segera mengubah manajemen keuangannya dan
menggunakan nama perusahaan itu sebagai holding company untuk semua
bisnis investasinya. Ketika bisnis tekstil tersebut kolaps di tahun
1973-1974, Buffett menggunakan perusahaan itu untuk membeli saham-saham
di bidang lain, salah satunya adalah The Washington Post. Saat ini
Berkshire Hathaway adalah salah satu perusahaan investasi terkemuka
dunia dengan total asset dan penjualan mencapai ratusan milyar USD.
Salah satu penyebab kesuksesan Buffett adalah ketelitiannya dalam
membeli atau menjual saham. Pengetahuan itu diperoleh dari sang mentor
Benjamin Graham yang juga mengajarkan kesabaran dan disiplin dalam
berinvestasi. Berawal dari seorang analis dan trader, Buffett membuat
aturan yang kemudian dianggapnya sebagai sebuah mantra dan selalu
ditaati. Aturan pertama: jangan pernah rugi. Aturan nomor dua: jangan
pernah lupa pada aturan pertama. Warren Buffett punya karakteristik
saham incarannya sendiri, yaitu: perusahaan yang hutangnya sangat
sedikit dengan keuntungan wajar (tidak terlalu besar), cash flow lancar,
produk atau jasa yang ditawarkan mudah dimengerti dan nilai
keuntungannya mudah diprediksi. Buffett selalu menolak berinvestasi pada
perusahaan yang sama sekali belum diketahuinya. “Dalam berinvestasi
Anda harus tahu betul apa-apa yang tidak Anda ketahui, dan berpeganglah
hanya pada apa yang Anda ketahui.” demikian salah satu tip-nya kepada
para investor dan entrepreneur.
Bill Gates Pendiri Microsoft $86 miliar Sekitar Rp1133.3 Triliun
Bernama lengkap William Henry Gates III, ia terlahir di kota Washington,
tepatnya daerah Seatle. Berdasarkan info banyak orang, tokoh terkaya di
dunia ini merayakan ulang tahunnya setiap tanggal 28 Oktober. Ayah
Bill, Bill Gates Jr., adalah seorang pengacara. Sementara ibunya, Mary,
adalah seorang pensiunan guru. Pasangan Bill-Mary tersebut melahirkan 3
orang anak, dengan Gates, berada di antara kakak-adiknya di silsilah
keluarga.
Pada saat kecil, Bill dengan mudah melewati masa sekolah dasar dengan
nilai yang tergolong sangat memuaskan. Dengan menonjolkan bakatnya di
mata pelajaran IPA dan Matematika. Mengetahui fakta dan data dari
sekolah tersebut, orang tua Bill memutuskan memasukkan bocah jenius ini
ke sebuah sekolah swasta yang terkenal dengan pembinaan akademik yang
luar biasa. Sekolah tersebut bernama “Lakeside”. Seolah berupa
kebetulan, pada saat itu, Lakeside baru saja membeli sebuah komputer.
Hanya dalam kurun waktu seminggu, Bill Gates, Paul Allen dan beberapa
siswa lainnya (Sebagian besar nantinya menjadi programmer pertama
Microsoft) menghabiskan semua jam pelajaran komputer, penuh selama
setahun lamanya.
Di sekolah ini, kemampuan komputer Bill Gates telah mendapat pengakuan
dari beberapa kalangan. Dimulai dengan aksinya membobol sistem komputer
milik Lakeside, mengubah jadwal, dan penempatan siswa. Tahun 1968, Bill
Gates, Paul Allen, dan dua hackers lainnya mendapatkan tawaran bekerja
oleh Computer Center Corp. Bukan sebagai karyawan tetap, mereka berempat
hanya disewa saja. Tujuan perekrutan orang-orang tersebut adalah untuk
menjadi tester sistem keamanan perusahaan. Sebagai balasan, mereka
diberikan kebebasan untuk menggunakan komputer perusahaan. Bill pernah
mengungkapkan dalam sebuah kesempatan, bahwa saat itulah mereka
benar-benar dapat menjelajah komputer. Dan disinilah mereka mulai
mengembangkan kemampuan menuju pembentukan raksasa perusahaan perangkat
lunak dunia, Microsoft, 7 tahun kemudian.
Selanjutnya kemampuan Bill Gates semakin terasah. Pembuatan program
sistem pembayaran untuk Information Science Inc, merupakan bisnis
pertamanya. Kemudian bersama Paul Allen mendirikan perusahaan pertama
mereka yang disebut Traf-O-Data. Mereka membuat sebuah komputer kecil
yang mampu mengukur aliran lalu lintas. Bekerja sebagai debugger di
perusahaan kontrakator pertahanan TRW, dan sebagai penanggungjawab
komputerisasi jadwal sekolah, melengkapi pengalaman Bill Gates.
Musim gugur tahun 1973, Bill Gates mendaftar sebagai mahasiswa Harvard
University dan memilih fakultas hukum sebagai tujuan hidupnya. Bill
sebenarnya mampu dengan baik mengikuti kuliah hukum tersebut, namun sama
seperti ketika ia masih berada di SMA, perhatiannya lebih condong ke
komputer. Pun begitu, Bill dikenal sebagai seorang jenius di
Universitasnya. Bahkan salah seorang guru Bill mengatakan bahwa Bill
adalah programmer yang luar biasa jenius, namun seorang manusia yang
menyebalkan.
Selama di Harvard, hubungannya dengan Allen tetap dekat. Dan di bulan
terakhir di tahun 1974, saat hendak mengunjungi Bill Gates, Paul Allen
membaca artikel di majalah Popular Electronics yang berjudul “World`s
First Microcomputer Kit to Rival Commercial Models”. Artikel ini
bercerita tentang komputer mikro pertama, Altair 9090. Allen kemudian
berdiskusi dengan Bill Gates. Mereka menyadari bahwa era “komputer
rumah” akan segera hadir dan meledak, membuat keberadaan software untuk
komputer-komputer tersebut sangat dibutuhkan. Dan ini merupakan peluang
bisnis yang sangat besar bagi mereka.
Kemudian dalam beberapa hari, Gates memberikan kabar ke perusahaan
pencipta Altair, MITS (Micro Instrumentation and Telemetry Systems). Dia
mengatakan bahwa dia dan Allen, telah membuat BASIC yang dapat
digunakan pada Altair. Tentu saja ini adalah bohong. Bahkan mereka sama
sekali belum menulis satu baris kode pun. MITS, yang tidak mengetahui
hal ini, sangat tertarik pada BASIC. Luar biasanya, hanya dalam waktu 8
minggu BASIC telah siap untuk dipresentasikan. Saat itu, ini adalah kali
pertama bagi Allen dalam mengoperasikan Altair, ternyata BASIC dapat
bekerja dengan sempurna. Setahun kemudian Bill Gates memutuskan untuk
tak melanjutkan studinya di Harvard demi mendirikan Microsoft.
Kendati tanpa kendala di perkuliahan hukumnya, ia justru merasa bosan.
Karena itu, Gates melamar pekerjaan-pekerjaan yang berhubungan dengan
komputer di daerah Boston, dan memutuskan "DropOut" dari Universitas.
Gates juga membujuk rekannya, Allen, untuk mencoba melamar sebagai
pembuat program di Honey-well. Tujuan Bill melakukan tindakan tersebut
tak lain adalah agar keduanya dapat melanjutkan impian mereka untuk
mendirikan sebuah perusahaan perangkat lunak.
Ketika itu pula, Paul Allen melihat sampul depan majalah Popular
Mechanics, terbitan Januari 1975, yaitu gambar komputer mikro rakitan
baru yang revolusioner MITS Altair 8080 (Komputer kecil ini menjadi
asal-usul PC di kemudian hari). Kemudian Allen bergegas segera menemui
Bill dan ganti menggodanya, bahwa mereka harus menciptakan suatu bahasa
yang dapat digunakan di MITS.
Kedua sahabat itu bergegas menuju ke sebuah komputer Harvard untuk
menulis sebuah adaptasi dari program bahasa BASIC. Gates dan Allen yakin
kalau komputer berukuran mini itu dapat melakukan sebuah fenomena.
Semangat dan usaha Allen serta Gates terbayarkan. Berawal dari komputer
kecil itulah, "ia" menjadi panutan dari segala macam komputansi zaman
ini. Dan sekarang bisa kita amati bahwa PC telah benar-benar menjadi
alat informasi. Mimpi mereka, "tersedianya sebuah komputer di setiap
meja tulis dan di setiap rumah tangga", kini telah menjadi kenyataan.
Dibawah orang orang terkaya di dunia diatas, masih ada lagi nama nama seperti Carlos Slim (pengusaha Meksiko): $54,5 miliar (Rp726,6 triliun), Larry Ellison (pendiri Oracle): $52,2 miliar (Rp696 triliun), Charles Koch (pengusaha AS): $48,3 miliar (Rp644 triliun), David Koch (pengusaha AS): $48,3 miliar (Rp644 triliun), Michael Bloomberg (pendiri Bloomberg): $47,5 miliar (Rp633,3 triliun). Harta kekayaan bukanlah segalanya namun jika memiliki harta, imbangi dengan memperbanyak berbuat kebaikan dengan menolong sesama manusia.
Dibawah orang orang terkaya di dunia diatas, masih ada lagi nama nama seperti Carlos Slim (pengusaha Meksiko): $54,5 miliar (Rp726,6 triliun), Larry Ellison (pendiri Oracle): $52,2 miliar (Rp696 triliun), Charles Koch (pengusaha AS): $48,3 miliar (Rp644 triliun), David Koch (pengusaha AS): $48,3 miliar (Rp644 triliun), Michael Bloomberg (pendiri Bloomberg): $47,5 miliar (Rp633,3 triliun). Harta kekayaan bukanlah segalanya namun jika memiliki harta, imbangi dengan memperbanyak berbuat kebaikan dengan menolong sesama manusia.







No comments:
Note: Only a member of this blog may post a comment.