Titan, Bulan Saturnus yang Mirip Bumi
Titan, Bulan Saturnus yang Mirip Bumi
Berkat dua studi terbaru oleh tim peneliti dari Cornell University yang dipublikasikan di Geophysical Research Letters, kini kita bisa menambahkan satu lagi karakteristik kemiripan Titan dengan Bumi, yaitu permukaan lautnya.
Dalam studi yang pertama, tim peneliti berhasil menggambarkan peta topografi dari Titan. Peta ini kemudian menjadi landasan bagi studi kedua yang menemukan bahwa laut dan danau terbesar Titan memiliki permukaan equipotential atau potensi yang sama untuk memiliki permukaan sejajar.
Dengan menggunakan data dari berbagai sumber, termasuk data dari satelit penjelajah Cassini, tim yang dipimpin oleh Alex Hayes itu dapat menggambarkan sebuah peta topografi baru. Peta ini memang tidak sempurna dengan banyaknya area yang tidak terdata, namun peta Titan ini adalah yang paling detail yang pernah dibuat.
Penggambaran yang memakan waktu sekitar satu tahun itu berhasil mengungkap fitur baru, yaitu pegunungan setinggi 700 meter dan juga depresi di bagian ekuator Titan yang terlihat seperti lautan kering atau cryovolcanic flow (aliran es yang dihasilkan oleh gunung).
Selain itu, para peneliti juga mempelajari bahwa Titan memiliki bentuk lebih pepat atau rata dibanding yang kita duga sebelumnya. Hal ini berarti Titan memiliki kerak yang berubah-ubah.
Laut dan Danau Titan Saling Terhubung
Dalam studi kedua, tim peneliti tersebut menggunakan informasi baru dari foto topografi untuk menunjukkan bahwa permukaan laut rata-rata dapat ditemukan di Titan.
Ditemukan juga permukaan laut dan danau terbesar Titan berada pada elevasi yang konsisten di seluruh permukaannya. Hal yang sama dapat dilihat pada bagaimana Samudra Atlantik dan Samudra Pasifik berada pada elevasi permukaan laut yang sama.
Tak hanya itu, ada juga danau kecil yang berada beberapa meter lebih tinggi dari permukaan laut di Titan. Hal yang sama juga dapat kita lihat di Bumi dengan contoh Danau Titicaca di Pegunungan Andes, yang berada di ketinggian 3 ribu meter di atas permukaan laut.
Hasil studi ini menunjukkan bahwa lautan dan danau di Titan saling terhubung satu sama lain. Menurut para peneliti, penjelasan yang paling memungkinkan adalah mereka terhubung melalui lapisan akuifer atau lapisan yang dapat menyalurkan air di bawah permukaan Titan.
"Kita tidak melihat adanya danau kosong di bawah danau yang telah terisi cairan karena, jika mereka mencapai level di bawah itu, danau kosong akan terisi dengan sendirinya. Ini mengacu pada adanya aliran di bawah permukaan dan mereka saling terhubung satu sama lain," jelas Hayes.
"Hal ini juga berarti bahwa ada cairan hidrokarbon (cairan di Titan) yang tersimpan di bawah permukaan Titan."
Keberadaan aliran hidrokarbon di bawah permukaan Titan, mirip dengan bagaimana air mengalir di bawah permukaan Bumi. Hal ini menghasilkan setiap laut dan danau memiliki elevasi permukaan yang sama.
Kendati keberadaan hidrokarbon di bawah permukaan Titan belum dapat dibuktikan dengan pasti, hal ini bisa mendorong terbentuknya misi baru untuk menyelidiki kembaran Bumi ini.


No comments:
Note: Only a member of this blog may post a comment.