60 Persen Kecerdasan Anak Diwarisi dari Ibu, Ini Risetnya
60 Persen Kecerdasan Anak Diwarisi dari Ibu, Ini Risetnya
BANDAR BOLA TERPERCAYA - GENETIKA ibu menentukan seberapa besar kecerdasan anak-anaknya. Maka, bagi para pria yang belum menikah carilah istri yang cerdas. Seperti dilansir Independent, Kamis (18/1/2018), berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh University of Washington, wanita cenderung mentransmisi gen kecerdasan ke anak yang terbentuk dari kromosom X dan wanita memiliki dua, sedangkan ayah hanya memiliki satu. Apabila gen kecerdasan diwarisi dari ayah dan ibu, maka otomatis yang diturunkan dari ayah dinonaktifkan atau gugur.
Studi laboratorium yang menggunakan tikus sebagai alat percobaan, meyakini kecerdasan salah satu kategori condition gen yang hanya dimiliki gen ibu. Studi laboratorium terhadap tikus yang dimodifikasi secara genetik pun membuktikan hal ini. Dari enam tikus yang dipakai untuk percobaan, tiga disuntikkan gen ibu dan tiga gen ayah.
Dari hasil percobaan tersebut menunjukkan tikus-tikus yang disuntikkan gen ibu memiliki otak yang berkembang dan lebih besar dengan tubuh yang lebih kecil. Ukuran otak inilah yang membuat tikus-tikus menjadi lebih pintar.
Penelitian ini kemudian berkembang di Glasgow. Namun, penelitian kecerdasan mengambil pendekatan yang lebih manusiawi. Mereka menemukan teori yang diekstrapolasikan dari studi tikus yang diimplementasikan ke 12.686 anak muda berusia antara 14 dan 22 yang lahir mulai dari dari tahun 1994 dengan metode wawancara.
Meskipun menggunakan cara yang berbeda, tim peneliti menemukan prediktor kecerdasan terbaik adalah IQ dari gen sang ibu. Namun, penelitian juga menjelaskan bahwa genetika bukanlah satu-satunya penentu kecerdasan seseorang.
Hanya 40 sampai 60 persen kecerdasan yang diperkirakan berasal dari warisan gen, sehingga sisanya bergantung pada lingkungan. Periset di University of Washington juga menemukan bahwa ikatan emosional antara ibu dan anak sangat penting untuk pertumbuhan beberapa bagian otak.
Setelah menganalisis denga cara mengelompokkan ibu yang berhubungan dengan anak selama tujuh tahun, para periset menemukan bahwa mereka secara emosional dan memiliki kebutuhan intelektual yang terpenuhi pada Hipokampus (area otak yang berhubungan dengan memori, belajar dan respon stres), yakni dengan jumlah 10 persen lebih besar.
Ikatan yang kuat dengan ibu dianggap memberi anak rasa aman sehingga memungkinkan mereka menjelajahi dunia, dan kepercayaan diri memecahkan masalah. Selain itu, ibu yang setia dan penuh perhatian cenderung membantu anak-anak memecahkan masalah, lebih jauh membantu anak mencapai potensinya.


No comments:
Note: Only a member of this blog may post a comment.